Sabtu, 21 September 2019

JURNAL LAPORAN KIMIA ORGANIK 2 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT


JURNAL LAPORAN KIMIA ORGANIK 2
PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT






           



Disusun Oleh :
WULAN SARI BAKARA ( RSA1C117008)



DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs.SYAMSURIZAL,M.Si.

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS JAMBI
2019




VII.     Data Pengamatan
Perlakuan
Hasil Pengamatan
dimasukkan fenol ke dalam labu dasar bulat, lalu ditambahkan Asam sulfat pekat (H2SO4), lalu di kocok. Apabila campuran senyawa tersebut menimbulkan panas maka tidak perlu dilakukan pemanasan
Ketika labu dasar bulat yang berisi campuran fenol dan Asam sulfat pekat (H2SO4) disentuh, labu tersebut terasa panas.
Selanjutnya, labu didinginkan dalam ember berisi es dan didiamkan beberapa menit.
Karena campuran fenol dan asam sulfat tersebut bereaksi menghasilkan panas, maka tidak di perlukan proses pemanasan.
Labu yang berisi campuran tadi tambahkan Asam nitrat ( HNO3) lalu kocok untuk beberapa saat
Campuran tersebut bereaksi kembali ketika di tambakan asam nitrat, terlihat dari warna campuran tersebut berubah
Campuran tadi didiamkan jangan di ganggu, biasanya akan terjadi reaksi dan uap coklat kemerahan akan keluar dari dalam labu
Campuran itu menghasilkan uap yang berwarna coklat kemerahan yang keluar dari dalam labu
Panaskan campuran dalam labu diatas penangas air sambil di kocok. Jika pemanasan telah sempurna tambahkan 100 ml air dan dinginkan labu dalam air es
Uap sudah mulai menghilang. Setelah labu tadi dipanaskan beberapa saat labu tersebut didingan kan dalam air es
Terakhir dinginkan untuk mendapatkan kristal asam pikrat yang bewarna
kemudian kita timbang Kristal didapatkan 1,2742 gram


VIII.    Pembahasan
Pada percobaan kali ini kami membuat asam pikrat dimana dalam proses pembuatan ini kita harus berhati-hati,karena bahan yang digunakan sangat berbahaya ada yang beracun dan mudah terbakar atau meledak harus menggunakan sarung tangan dan masker agar tidak mengiritasi pada kulit.
Reaksi terpenting dikelas ini adalah nitrasi aromatic, halogenasi aromatic, sulfonis aromatic dan asillasi serta alkilasi. Dimana reaksi utama dalam kelompok substitusi elektrofilik, sangat penting dalam kimia organik,baik dalam industry dan laboratorium. Reaksi ini memungkinkan pembuatan senyawa-senyawa aromatic tersubstitusi oleh berbagai gugus fungsional.
Mula-mula kami masukkan 2 gram fenol kedalam labu dasar datar berukuran 1 liter, lalu tambahkan 5 ml asam sulfat pekat, goncang menggunakan batu krikil kecil sambil timbul panas. kemudian masukkan asam nitrat pekat 15 ml dimana akan timbul asap coklat kemerahan lalu masuukan kedalam es batu sampai asap tersebut menghilang, kemudian untuk mendapatkan Kristal kita panaskan menggunakan penangas air (water bath) sampai keluar asap kembali kemudian rendam dalam air es sambil disaring nah tujuannya dilakukan water bath tersebut supaya reaksi asam nitrat berlangsung cepat karena umumnya reaksi-reaksi organik berjalan dengan lambat, siapkan gelas kimia berisi air dan etanol yang sudah dipanaskan yang akan berubah menjadi warna kuning masukkan endapan yang telah disaring tadi kedalam gelas kimia ,tujuan adanya penambahan air tersebut supaya kristal cepat terbentuk sedangkan etanol sebagai rekristalisasi dimana rekristalisasi adalah proses pemurnian kristal dengan melarutkan kristal dengan pelarut mendekati titik didih pelarut lalu didinginkan kembali untuk memperoleh hasil yang diinginkan untuk membentuk kristal kembali.  , selanjutnya kita siapkan Erlenmeyer dan saring kembali untuk mendapatkan Kristal dan yng terakhir kita timbang Kristal sehingga kelompok kami mendapatkan 1,2742 gram Kristal asam pikrat murni brikut reaksi asam pikrat : C6H5OH + HNO3 --->  C6H2CH(NO)3 + H2O.  

Pada percobaan diatas kita harus tau bahwa saat penambahan asam  nitrat terjadi perubahan warna asap merah kecoklatan, nah asap tersebut merupakan reaksi antara fenol,asam sulfat dengan asam nitrat. kita juga harus tau bahwa fungsi asam sulfat pekat sama dengan pembuatan nitrobenzena. karena, fungsi asam sulfat untuk melindungi cincin benzena agar tidak bereaksi langsung dengan NO3.

IX. Pertanyaan Pasca Praktikum
 IX PERTANYAAN PASCA
1. Menurut anda dari hasil praktikum yang sudah kita lakukan, adakah pengaruh banyak sedikitnya fenol dan asam sulfat dalam keberhasilan  pembuatan asam pikrat
2. Dari hasil praktikum diatas jelaskan apa kegunaan dan dampak negative dari pembuatan asam pikrat?
3. Pada saat sebelum praktikum kami melihat video praktikum tentang  pembuatan asam pikrat dan langsung kami peraktekan bahwa akan timbul asap dan warna merah saat kami menambahkan asam sulfat kedalam larutan fenol tetapi hasilnya kam hanya melihat asap yang hnya seedikit ketika kami menggunakan es batu sedangkan ketika kami menggunakan pemanas Bunsen hasil yang kami inginkan seesuai dengan literature yang sudah kami baca , mengapa demikian ?

X. Kesimpulan
·         Reaksi terpenting dikelas ini adalah nitrasi aromatic, halogenasi aromatic, sulfonis aromatic dan asillasi serta alkilasi. Dimana reaksi utama dalam kelompok substitusi elektrofilik, sangat penting dalam kimia organik,baik dalam industry dan laboratorium. Reaksi ini memungkinkan pembuatan senyawa-senyawa aromatic tersubstitusi oleh berbagai gugus fungsional
·         Asam pikrat adalah hasildari reaksi fenol dengan asam nitrat melalui proses nitrasi ,sehingga asam pikrat ini adalah turunan dari fenol . memiliki sifat kearomatikan yaitu :siklik,mudah menuap, mudah larut dalambeberapa pelarut organic nonpolar

XI. Daftar Pustaka
Darsman.2003.Kimia Organik Jilid 3. Jakarta:Erlangga
Enri Damanhuri.2010.Pengelola Bahan Berbahaya dan Beracun.Bandung: Institut Teknologi Bandung
Riswiyanto.2009.Kimia Organik.Jakarta:Erlangga
Tim Kimia Organik.2015.Penuntun Praktikum Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi

XII. Lampiran

proses pemanasan


pemanasan fenol dan asam nitrat
                         



hasil setelah dilakukan  pemanasan










proses penyaringan






terbentuknya asam pikrat

Selasa, 17 September 2019

JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 5

 
   

           


JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II

Hasil gambar untuk GAMBAR  SIMBOL UNJA

NAMA : WULAN SARI BAKARA
NIM : RSA1C117008

DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

PROGRAM PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEJURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019






PERCOBAAN 5
I.   JUDUL                     : PEMBUATAN SENYAWA ASAM BENZOAT DAN BEZIL
                                        ALKHOHOL                              
II.  HARI,TANGGAL   : Rabu ,18 September 2019
III. TUJUAN                 : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat memahami reaski oksidasi dan reduksi aldrehid yang tidak memiliki H alfa .
2. Dapat memahami reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat .
3. Dapat mempelajari cara pembuatan asam benzoate dan bezil alcohol .


IV LANDASAN TEORI
            Asam benzoate merupakan senyawa organic berwujud padat,warna putih dan berbau menyengat dengan titi leleh 122-123 drajat celcius dan kristalnya berbentuk monoklin.Dalam kehidupan sehari hari banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan dan bahan obat obatan . Benzil alcohol pada suhu kamar berwujud cair dan tidak berbau.
            Kedua senyawa tersebut dapat dibuat bersama sama dari bajan benzaldehide yang ditambahkan basa kuat dan dipanaskan. Benzaldehide adalah suatu senyawa aldehyde yang memiliki gugus fungsi karbonil dan dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik dengan nukleofil seperti OH,CN,NH3,Ion C-(karbon) dan sebagainya .
            Ion karbon dapat dihasilkan dari reaksi senyawa aldehyde yang memiliki H ala dengan suatu basa kuat. Ion karbo yang terbentuk dapat bereaksi lebih lanjut dengan aldehyde untuk kemudian membentuk senyawa B dan hidroksi aldehyde .Tipe reaksi ini lebih dikenal dengan nama kondensasi aldol.
            Senyawa aldehid yang tidak memiliki hygrogen alfa tak mengalami reaksi tersebut. Pada penambahan basa kuat terhadap senyawa ini akan terjadi reaksi reduksi yang menghasilkan senyawa alcohol dan garam karboksilat. Jika reaksi ini disertai dengan pemanasan maka akan terjadi reaksi disproporsionasi dimana sebagain aldehid akan teroksidasi dan sebagaian lagi tereduksi. Reaksi ini yang dikenal sebagai reaksi cannizaro. Benzil alcohol dalam percobaan ini dibuat dengan cara mereaksikan suatu aldehyde aromatis dengan suatu basa kuat. ( Horizon,2015).

            Asam benzoate sangatlah mudah dan tersedia secara melus hanya sipraktekkan untuk umumnya diajarkan untuk mahasiswa diuniversitas. Untuk metode sintesis , asam benzoate dapat dimurnikan agar rekristalisasi dari air karena asam benzoate larut dengan ait panas namun tidak pada air dingin. ( Riswatyo,2006)

            Asam benzoate adalah zat pengawet yang digunakan dalam saos dan sambel. Senyawa ini juga disebut antimikroba karena tujuan penggunaan zat ini pengawet dalam keaadan makanan mencegah pertumbuhan bakteri makanan yang telah dibuka dalam kemasannnya .
            Pembatasan penggunaan asam benzoate bertujuan agar tidak terjadi keracunan dengan 100 ppm per kg bahan. ( Harbune,1987)

             Asam benzoate secara komersial dapat diproduksi dengan oksidasi parsual toluene dengn oksigen. Proses ini dikatalis dengan kobalt ( mangan naftalen) . proses ini menggnakan bahan bahan murah yang tinggi dan dianggap sebagai ramah lingkungan ( Claule,2008) .

IV.           Alat dan Bahan
a.     Alat
·        Erlenmeyer 250ml
·        Pendingin air (kondesor)
·        Labu dasar datar 300ml
·        Labu destilasi
·        Corong pisah
·        Thermometer

b.     Bahan
·        27 gr KOH padat
·        20ml larutan Natrium bisulfat
·        5 gr MgSO4
·        29 ml benzaldehid
·        10ml larutan natrium karbonat 10%
·        75 ml asam klorida pekat
·        Es batu
·        120 ml ete

V.               Prosedur Kerja
1.     Dilarutkan 27 gr kalium hidroksida padat dalam 25 ml air dalam sebuah Erlenmeyer
2.     Dituangkanan larutan kalium kedalam labu dasar datar yang berisi 29 ml benzaldehid yang baru di destilasi
3.     Dikocok sampai terjadi emulsi dan diamkan selama 10jam dalam sebuah tempat tertutup
4.     Ditambahkan air kira-kira 110 ml air untuk melarutkan endapan kalium benzoate yang terjadi
5.     Dipindahkan larutan tadi kedalam corong pisah, kemudian ekstraksi tiga kali masing-masing dengan 30 ml eter
6.    Di kocok kuat-kuat dan diamkan sebentar hingga terjadi dua lapisan cairan yaitu larutan dalam eter dan lapisan larutan dalam air.
7.    Dipindahkan kedua lapisan tadi, kemudian dikerjakan tiap-tiap lapisan tadi melalui proses tertentu
8.    Dimasukkan kedalam labu destilasi ekstraksi larutan dalam eter (lapisan atas) untukmemisahkan eternya dengan jalan destilasi, sampai volumenya tinggal 300ml
9.    Di dinginkan sisa destilasi dan aduk beberapa kali masing-masing dengan menambahkan 5 ml larutan jenuh natrium bisulfit, untuk mengusir sisa benzaldehid yang masih ada
10. Dicuci dengan 10ml larutan natrium karbonat 10% , kemudian dikeringkan dengan menambahkan 5 gr anhidrida magnesium sulfat
11.  Disaring dan destilasinya langsung ditampung dalam labu destilasi
12.Didestilasi untuk memisahkan eter yang masih ada, dengan memanaskannya diatas penangas air
13.Diteruskan destilasi tersebut untuk mendapatkan destilasi benzaldehid pada temperature 200-206 oC pada  wajan yang bersih dan keing
14.Bila benzaldehid yang ditampung itu tidak pada temperature 200 oC, berarti belum murni dan perlu dimurnikan kembali dengan mendestilasi lagi destilasi tersebut
15. Bila destilasi ditampung mendekati titik didih benzaldehid, periksa kemurnian dengan dengan melihat indeks biasnya
16.Disimpan larutan dalam air(lapisan bawah) yaitu kalium benzoate kedalam satu campuran 75mlasam klorida pekat dalam 75 ml air sambil diaduk
17.Ditambahkan 100 gr es . terjadi endapan asam benzoate,
18.Disaring dan cuci dengan air kemudian uapkan untuk mendapatkan Kristal asam benzoate , diperiksa titik lelehnya

Adapun video yang terkait dalam praktikum kali ini yaitu :
 
PERMASALAHAN
1. . Dalam reaksi awal pembuatan asam benzoat, campura kalium hidrosida dan benzaldehid didiamkan selama 10 jam. Apakah Hal ini bertujuan membantu percobaan ,mengapa? Coba jelaskan .
2.   Kenapa di perlukan proses ekstraksi dalam percobaan pembuatan senyawa organik asam benzoat dan  benzil alkohol?
3 Apakah maksudnya jika reaksi ini melakukan pemanasan makan akan terjadi reaksi disproposionasi dimana aldehid akan teroksidasi dan sebagian lagi tereduksi.Mengapa bisa terjadi ?

Selasa, 10 September 2019

JURNAL ASAM ASETIL SALISILAT ( ASPIRIN )


JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II

Hasil gambar untuk logo unja

NAMA : WULAN SARI BAKARA
NIM : RSA1C117008

DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.




PROGRAM PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEJURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019








PERCOBAAN 1
I.   JUDUL                     : PEMBUATAN ASAM ASETIL SALISILAT ( ASPIRIN )
II.  HARI,TANGGAL   : Rabu ,10 September 2019
III. TUJUAN                 : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat memahami cara pembuatan asam asetil salisilat dari bahan baku asam salisilat dan asam asetat unhidrat .
2 Dapat mengetahui dan memahami jenis reaksi pembuatan asam asetil salisilat .
IV LANDASAN TEORI
            Asam Salisilat merupakan  asam yang bersifat yang dapat digunakan secara topical,terdapat berbagai turunan yang digunakan obat yang terbagi atas dua kelas,ester dan dari asam salisilat dan ester salisilat dari asam organic.
            Disamping itu juga digunakan pula asam salisilat dimana turunan yang paling terkenal adalah asetil salisilat.(Riswantyo,2011)

            Asam salisilat mendapatkan namanya dari spesies dedalu,yang memiliki kandungan asam tersebut secara alamiah dan dari sanalah manusia mengisolasinya penggunaan pengobatan tradisional . telah dilakukan oleh bangsa semesta bangsa asyur sejumlah anak suku dalam . pada saat ini asam silasilat banyak diaplikasikan dalam pembuatan obat aspirin .( Partini.S Dharmo,2007)

            Asam salisilat (o-hidroksi asam benzoate) merupakan senyawa bifungsional yaitu gugus fungsi hidroksil dan gugus fungsi hidroksil. Dengan demikian asam salisilat dapat berfungsi dapat berfungsi sebagai fenol,asam salisilat dapat mengalami reaksi esterifikasi . Bila direaksikan dengan unhidra asam akan mengalami reaksi esterifikasi menghasilan asam asetil ( aspirin) . apabila asam salisilat direaksikan dengan methanol( alkoholl) juga mengalami reaksi reaksi esterifikasi menghasilkan ester salisilat ( minyak gandapura) .(Horizon,2015)

            Asam salisilat merupakan turunan dari asam karboksilat yang merupakan suatu senyawa   organik yang mengandung gugus karboksil –COH. Gugus karboksil ini mengandung gugus karbunil dan gugus hidroksil, kedua gugus ini akan mengakibatkan kereaktivan yang baik pada asam karboksilat. Sifat yang paling menonjol dari asam ini adalah keasamannya. Karena asam karboksilat adalah asam lemah dibandingkan asam mineral seperti HCL dan HNO3 ( Fessenden,1986).

IV.           Alat dan Bahan
a.     Alat
·        Erlenmeyer 100ml
·        Batang pengaduk
·        Gelas kimia 500ml
·        Pipet tetes
·        Corong Buchner
·        Plat TLC

b.     Bahan
·        Asam Salisilat kering 2,5 gram
·        Anhidrat asetat 4ml
·        Asam sulfat pekat 2 tetes
·        Etanol-air 50%
·        FeCl3



V.  Prosedur Kerja
1.     Dimasukkan 2,5gr asamsalisilat ,4mlanhidrida asamasetat dan 2 tetes H2SO4 pekat pada labu erlenmeyer
2.     Diaduk,dan kemudian panaskan padapenangan air dengan suhu 50-60oC selama 15 menit
3.     Ditambahkan 50ml air dan dinginkan dalam ice bath. Kemudian saring Kristal yang terbentuk dan cuci dengan air dingin
4.     Rekristalisasi: masukkan produk aspirin yang terbentuk dalam Erlenmeyer , ditambahkan 5ml etanol-air 50% dan panaskan Erlenmeyer diatas hot plate sampai Kristal melarut
5.     Jika tidaksemua kristalmelarut, ditambahkan sedikit etanol-air 50% dan tambahkan terus sampai kristaltepat larut
6.     Jika tetap masih ada residu ,saring larutan dalam keadaan panas menggunkan kertas saring 
7.     Dinginkan filtrate, bila mulai terbentuk Kristal masukkan Erlenmeyer kedalam ice bath selama 15 menit
8.     Disaring Kristal yang terbentuk menggunakan pmpa isap, cuci dengan air dingin dan biarkan Kristal mongering
9.     Ditimbang produk yang telah kering , hitunglah % hasilnya dan perlihatkan pada dosen pembimbing

Tentukan kemurniannya dengan TLC 
1)    Larutkan sedikit produk aspirin yang dihasilkan pada langkah 8 dengan menggunakan etanol-air 50%
2)    Pada plat TLC yang telah disiapkan, totolkan produk aspirin yang telah dilarutkan tersebut pada garis batas (sebelah kanan) dan totolkan standar asam salisilat yang telah disediakan (sebelah kiri) 
3)    Tuangkan 5 ml eluen (alcohol 95%) kedalam beker gelas 100ml, letakkan plat TLC tersebut (dalam posisi berdiri) kedalamnya dan tutup dengan aluminuim foil
4)    Hentikan proses elusi bila jarak eluen mencapai batas garis atas ujung plat TLC
5)    Keringkan plat TLC tersebut dan serahkan ke dosen pembimbing dan identifikasi dengan menggunakan larutan FeCl3
6)    Gambar dengan menggunakan pensil untukspot/noda yang didapat dan tentukan harga Rf-nya

Adapun video yang terkait dalam praktikum kali ini yaitu :
https://youtu.be/_BEY55hv8bc

PERMASALAHAN
1. Saat menguji keberhasilan dalam menguji kemurnian asam asetat digunakan FeCl3. Bagaimana reaksi dan peran FeCL3 dalam praktikum ini?
2. Dalam praktikum ini kita menggunakan alcohol dan air sebanyak 50% . jika digunakan dalam jumlah yang tidak sesuai atau berlebihan apakah ada pengaruh dalam pembuatan asam asetilsalisilat , ? dan mengapa ?
3. Mengapa asam salisilat dapat mengalami esterifikasi ? bahkan saat direksikan dengan unhidrida dapat menghasilkan asam asetil salisilat( aspirin )? 

Selasa, 03 September 2019

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II 'PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT ''


JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II

Hasil gambar untuk GAMBAR  SIMBOL UNJA

NAMA : WULAN SARI BAKARA
NIM : RSA1C117008

DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.


PROGRAM PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEJURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019



PERCOBAAN 2

I.   JUDUL                     : PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT
II.  HARI,TANGGAL   : Rabu ,03 September 2019
III. TUJUAN                 : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organic yang memiliki berat molekal besar sebagai bahan dasarnya .
2 Dapat Memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat.
3. Dapat Mengetahui sifat – sifat asam asam oksalat dengan kegunaannya
\
IV LANDASAN TEORI

         Asam oksalat banyak terdapat dalam sayuran hijau seperti bayam dan terdapat juga pada coklat. Sementara kuat adalah zat magis yang banyak terdapat pada sayuran. Polifenol yang termasuk adlah teh,kopi,coklat dan beberapa sayuran membentuk kompleks yang tidak larut sengan besi hingga memberikan penyerapan ( Nurma dan feded: 140 )
            Asam oksalat adalah kimia yang memiliki rumus H2C2O4 nama sistematis Asam etadiol dimana ia termasuk asam karboksilat yang paling sederhana dengan Rumus HOOC-COOH . dianya memiliki sifat keasaman yang lebih kuat dibamding asam asetat . Asam oksalat ( H2C2O4) dan 2 macam yaitu Asam oksalat  dihidarat .       
            Asam oksalat digunakan untuk metal treatment okslaet ,metal cleaning servis yang menyebabkan banyaknya metode siklis dimana dapat dilaukukan metode dengan berbgai cara dari natrium format ,fermentasi glukosa ,peleburan dan oksidasi karbohidrat dengan HNO3 (Riswantyo,240)
            Asam oksalat merupakan asam dikarboksilat yang mempunyai berat molekul rendah,berwujud padat dan warna putih dengan titik leleh 187 drajat celcius serta bentuk Kristal pira,ida . Asam oksalat akan mengurai menjadi asam formiat dan karbondioksida . jika dianaskan pada suhudiatas 175 drajat celcius . Dilaboratorium asam oksalat bisa digunakan sebagai larutan standar pada titrasi. Dalam kehidupn sehari hari digunakan sebagai pelapis besi asam oksalat dibuat melalui reaksi oksidasi dengan bahan baku gula pasir dan oksidator asam kuat.( horizon,2015)
Asam oksalat dibagi menjadi 2 jenis yaitu asam oksalat anhidrat dan asam oksalat dihidrat. Sifat dari asam oksalat anhidrat adalah tidak berbau ,berwarna putih dan tidak menyerap air sedangkan asam oksalat dihidrat bersifat tidak baud an dapat kehilangan molekul air apabila dipanaskan sampai suhu 100 oC. Dimana asam oksalat dihidrat ini sering sekali dijual dipasar (Fessenden dan Fessenden,1992)

            Asam oksalat terdapat dalam selada ,bunga kol,kacang hijau,buncis dan dalam jumlah yang sedikit pada semua senyawa dari bahan bahan oksalat dalam tubuh manusia membentuk senyawa yang tak larut dan tak dapat disersp tubuh dan mencegah penggunaan kalsium juga yang terdapat dalam produk oksalat( Enri ,2010 )


IV.             Alat dan Bahan
a.       Alat
·         Labu dara datar 750 ml
·         Corong Buchner
·         Corong gelas
·         Gelas piala 500ml
·         Kasa,kaki tiga, Bunsen
·         Penangas
·         Gelas ukur
·         Termometer
·         Pengaduk


b.      Bahan
·         Gula pasir 200 gr
·         Asam nitrat pekat 100ml
·         Etanol



V.    Prosedur Kerja
1.      Dimasukkan 10 gr gula pasir ke dalam Erlenmeyer dan ditambahkan 50 ml HNO3 pekat
2.      Dipanaskan diatas penangas air secara perlahan-lahan sampai mendidih
3.      Bila sudah timbul uap coklat NO2, angkat labu datar tadi, pindahkan untuk melanjutkan reaksi tanpa pemanasan, biarkan selama 15 menit
4.      Dituangkan hasil reaksi tadi kedalam gelas piala berukuran 100ml, Erlenmeyer dicuci dengan 10ml aquades dingin dan hasil cucian dimasukkan kedalam gelas piala lagi, tambahkan 10ml HNO3 pekat
5.      Diuapkan diatas penangas air sampai volume cairan tinggal 10ml
6.      Ditambahkan 20ml aquades kedalam larutan diatas, kemudian diuapkan lagi sampai volume tinggal 10ml
7.      Didinginkan larutan dalam es sambil diaduk, kristal asam oksalat segera terbentuk
8.      Disaring kristal asam oksalat ang terbentuk , kemudian rekristalisasi asam oksalat yang didapatkan dengan melarutkannya dalam air panas lalu didinginkan
9.      Disaring , keringkan dan periksa titik lelehnya, titik lelehh asam oksalat murni .....°C bila belum murni maka,
10.   Dimurnikan lagi kristal asam oksalat dengan rekristalisasi kembali diddadlam air panas




Adapun video yang terkait dalam praktikum kali ini yaitu :
          
PERMASALAHAN

1. Bagaimana cara menanggulagi dengan cepat apabila ada yang keracunan dari asam oksalat ?
2. Apa yang menyebabkan warna coklat pekat  dari hasil pemanasan asam nitrat  dan gula setelah ditambah aquades berubah menjadi bening kembali ?
3. Dilaboratorium asam oksalat dapat digunakan sebagai larutan standar pada titrasi. Sedangkan dalam kehidupan sehari hari dapat digunakan sebagai pelapis besi? Mengapa demikian apa peran asam oksalat dalam pelapis besi ?